Rumah Aloeth
senja dan temaram bohlam
kursi kayu dan gambar-gambar silam
perkakas lampau, melampaui denyut nadi serta harum secangkir kopi
dalam diriku berlembar-lembar puisi minta diintimi
sambil kuhitung berapa gigil tubuh
Muria gagah menyuburkan warna di mata
dalam linangan rindu, aduh diriku semu
meja kayu menampung rapal jejak kelanaku
di sini, wajahmu nyala sepanjang mimpi
digenapkan para pemuisi
dalam kidung teramat nyeri
duh!
2020, Pati
Desika
meski jauh
kumainkan banyak drama
dari perkenalan kita
orang jawa di ibukota
meski letih
kurampungkan bait per bait
sampai khatam denyut
di ambang kisah berlarut-larut
Pati, 2020
Niken
1/
di malam asing
kubaca serbarindu
sajak silammu
2/
sebuah jarak
kerling lintang dan hujan
memahat sunyi
3/
sembilan puluh
di dalam pekat rahim
doa semayam
4/
patah dedoa
dalam sajak-sajakmu
lelakon sunyi
2020, Pati
Tentang penulis
Mohamad Iskandar
lelaki penulis puisi kelahiran kota Wali Demak pada tanggal 08 Maret
belajar puisi secara otodidak, puluhan puisinya telah menghiasi antologi bersama, media daring dan cetak. Diundang dalam acara-acara sastra nasional dan membaca puisi dalam berbagai kesempatan.
bisa dihubungi lewat WA: 082328519750
FB: Mohamad Iskandar
IG: moissania
email: moissania78@gmail.com

