Hujan seringkali membawa ingatan kepada rinai kenangan, rintik-rintik harapan, juga gigil kedatangan pun perpisahan. Berikut ini hujan kami, selamat menikmati hujan ala Sahabat Sayap Madiun. 😆
Kuy, tulis hujanmu juga! 😄
Latar di Awal Februari
Oleh: Andika DS.
malam ini kudiselimuti mendung hitam tanpa ada kelip bintang dan bulan pun bersembunyi. tangisan anak kecil mulai sayu tercampur sendu, nan ingin bertemu bapaknya. ia berlari ke jendela sembari intip rinai-Nya basahi latar penuh dengan kerinduan serta dinginnya malam. kidung katak entah kemana tak terdengar di awal bulan, hanyalah rinai-Nya memainkan melodi rindu nan terus menidurkan anak kecil di pelukan Ibu
Rumahku, 01-02-2020
HUJAN
Oleh; Dewi Amara
Hujan di awal Februari tiada henti, pelataran penuh tergenangi serupa genang tentangmu di hati. Pucuk melati basah enggan menengadah seperti saat di mana aku tertunduk pasrah kala engkau ucapkan salam untuk berpisah.
Sementara di dahan cengkeh kutilang tetap bernyanyi riang seakan memberikan isyarat tentang ketabahan di mana kuyup tiada menghalanginya terbang. Angan kembali melayang mencari celah jalan menujumu pulang
Sementara hujan di luar belumlah reda, embun pada kaca jendela setia menahan duka. Kepada siapakah ia mampu becerita? Akan segala hasrat yang selalu dijaga
Hujan menggenang
Menutup lubang lubang
Langkahku bimbang
Ngawi 010220
SEUNTAI RINDU DI MUSIM HUJAN
Karya : Dewi Amara
Katamu, rindu itu seperti hujan
Rintiknya dinantikan pucuk-pucuk rerumputan
Dinginnya dielukan daun-daun kesepian
Iramanya selalu menjadi tema puisi cinta paling dalam
Duhai, hujan yang menitiskan rinai
Sejuknya rindu dalam kalbu engkau semai
Kautitipkan kepada angin tentang arti sepoi-sepoi
Semilirmu bak bayu mencairkan salju kenangan
Mengisi rongga-rongga yang takjub akan kesetiaan
Duhai, basahi aku yang serupa tanah gersang
Sekian lama menunggumu bertandang
Membawa seikat bunga kemesraan
Membelai segala ruang jiwaku nan gamang
Meniupkan simfoni merdu di sepanjang malam
Disaksikan ribuan mata gumintang
Tuan
Telah lama kau mencuri angan
Angan yang setia dengan bayang-bayang
Memintal asa tentang sebuah pertemuan
Kita bergandeng sejalan mrenda bulir kerinduan
Saling mengusap luka dari kejamnya kehidupan
Ngawi, 01/02/2020
Hujan dan Sepasang Angsa
Oleh : Julie Binjie
Telaga itu sunyi dan tenang
Teratai mulai berkembang
Sepasang angsa saling pagut dan riang
Tak peduli ada mata yang kalah di seberang
Awan hitam perlahan mendekat
Sudah tak tahan menahan berat
Menjatuhkan bulir-bulir bermacam ukuran
Memecah telaga dan bergerak ke tepian
Dua angsa bahagia
Dua bola mata nestapa
Saling sapa di antara derai rintik hujan
Saling simpan rahasia paling dalam
Des 2019
Kau dan Hujan Lain di Hatiku
Oleh: Ika Marwah
Rinai, gemuruh geledek di luar sana
Pun genang kenangan di sini
Menjadi hujan lain di hatiku
Hujan yang lebatnya tak tahu kira
Hujan yang entah kapan berhenti
Aku masih merutuki pergimu
Kekosong-gamangan lama
Usai perpisahan di ujung jalan itu
Kau tak menoleh
Tak sekalipun
Aku membatu
Di gigil dingin genangan
Air mata perpisahan
Yang kau sebabkan
IM, 022020

Keren-keren puisinya.
BalasHapusHahai akak pun keren
Hapus