Senin, 03 Februari 2020

Puisi-puisi Bertema Hujan

Hujan seringkali membawa ingatan kepada rinai kenangan, rintik-rintik harapan, juga gigil kedatangan pun perpisahan. Berikut ini hujan kami, selamat menikmati hujan ala Sahabat Sayap Madiun. 😆

Kuy, tulis hujanmu juga! 😄 


Latar di Awal Februari

Oleh: Andika DS.

malam ini kudiselimuti mendung hitam tanpa ada kelip bintang dan bulan pun bersembunyi. tangisan anak kecil mulai sayu tercampur sendu, nan ingin bertemu bapaknya. ia berlari ke jendela sembari intip rinai-Nya basahi latar penuh dengan kerinduan serta dinginnya malam. kidung katak entah kemana tak terdengar di awal bulan, hanyalah rinai-Nya memainkan melodi rindu nan terus menidurkan anak kecil di pelukan Ibu

Rumahku, 01-02-2020


HUJAN 

Oleh; Dewi Amara

Hujan di awal Februari tiada henti, pelataran penuh tergenangi serupa genang tentangmu di hati. Pucuk melati basah enggan menengadah seperti saat di mana aku tertunduk pasrah kala engkau ucapkan salam untuk berpisah.

Sementara di dahan cengkeh kutilang tetap bernyanyi riang seakan memberikan isyarat  tentang ketabahan di mana kuyup tiada menghalanginya terbang. Angan kembali melayang mencari celah jalan menujumu pulang

Sementara hujan di luar belumlah reda, embun pada kaca jendela setia menahan duka. Kepada siapakah ia mampu becerita? Akan segala hasrat yang selalu dijaga 


Hujan menggenang
Menutup lubang lubang
Langkahku bimbang 

Ngawi 010220


SEUNTAI RINDU DI MUSIM HUJAN

Karya : Dewi Amara

Katamu, rindu itu seperti hujan
Rintiknya dinantikan pucuk-pucuk rerumputan
Dinginnya dielukan daun-daun kesepian
Iramanya selalu menjadi tema puisi cinta paling dalam

Duhai, hujan yang menitiskan rinai
Sejuknya rindu dalam kalbu engkau semai
Kautitipkan kepada angin tentang arti sepoi-sepoi
Semilirmu bak bayu mencairkan salju kenangan
Mengisi rongga-rongga yang takjub akan kesetiaan

Duhai, basahi aku yang serupa tanah gersang
Sekian lama menunggumu bertandang
Membawa seikat bunga kemesraan
Membelai segala ruang jiwaku nan gamang
Meniupkan simfoni merdu di sepanjang malam
Disaksikan ribuan mata gumintang

Tuan
Telah lama kau mencuri angan
Angan yang setia dengan bayang-bayang
Memintal asa tentang sebuah pertemuan
Kita bergandeng sejalan mrenda bulir kerinduan
Saling mengusap luka dari kejamnya kehidupan

Ngawi, 01/02/2020


Hujan dan Sepasang Angsa 

Oleh : Julie Binjie

Telaga itu sunyi dan tenang
Teratai mulai berkembang
Sepasang angsa saling pagut dan riang
Tak peduli ada mata yang kalah di seberang

Awan hitam perlahan mendekat
Sudah tak tahan menahan berat
Menjatuhkan bulir-bulir bermacam ukuran
Memecah telaga dan bergerak ke tepian

Dua angsa bahagia
Dua bola mata nestapa
Saling sapa di antara derai rintik hujan 
Saling simpan rahasia paling dalam

Des 2019


Kau dan Hujan Lain di Hatiku

Oleh: Ika Marwah

Rinai, gemuruh geledek di luar sana
Pun genang kenangan di sini
Menjadi hujan lain di hatiku
Hujan yang lebatnya tak tahu kira
Hujan yang entah kapan berhenti

Aku masih merutuki pergimu
Kekosong-gamangan lama
Usai perpisahan di ujung jalan itu
Kau tak menoleh
Tak sekalipun

Aku membatu
Di  gigil dingin genangan
Air mata perpisahan
Yang kau sebabkan

IM, 022020

2 komentar: