Rabu, 26 Februari 2020

Puisi-puisi Dayat

DocPlayer.info

Babat bak Gundulmu yang Pitak

Pangkas! Potong!
Bergantikan bata merah yang menjulang
Beralaskan hitamnya aspal

Tebas! Tebang!
Hirap sudah rambut yang tumbuh di kepala pitakmu
Katanya: *isis, tak ada kutu

Sidoarjo, 12 Januari 2020

Note : *sejuk

Suara Alam

1
rintik gerimis
payung teduh terbuka
jalan berdua

2
air menggenang
bocah bermain lumpur
tawa bersama

3
datang air bah
kapal sudah mengapung
rumah tenggelam

4
gelap angkasa
riuh gemerlap kota
aku termenung

5
badai berlalu
tersisa puing bata
raga bersujud

Sidoarjo, 5 Januari 2020


Maling di Pulau Surga

Mega mendung itu tak menitihkan air matanya ke tepi
Ia hanya tandang pergi tanpa permisi
Tebing-tebing tepi hutan terlihat mengkilap kering kerontang tanpa air mengaliri
Ras insan pun linglung tak tertahankan lagi
Teriaknya: siapa maling yang mencuri sumber air mata dari kami?
Cuitan kakaktua terdengar parau: para tikus berdasi dengan nafsu duniawi

Sidoarjo, 21 Februari 2020

Tentang penulis:

Namaku Dayat, anak Sidoarjo yang berkembang untuk mencari arti sebuah nama. Menulis beberapa coretan untuk dikenang dan mungkin juga bisa menjadi suatu hal yang membanggakan. Bergiat di COMPETER.

Akun IG: @achmad.rizal.hidayatullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar